Paket Reguler



Besar dan Kecilnya Potensi Bonus yang diterima dipengaruhi oleh:
  1. Pencapaian Peringkat pada Periode / Bulan yang Bersangkutan 
  2. Pencapaian Total Omzet pada Periode / Bulan yang Bersangkutan
  3. Keseimbangan Omzet pada masing2 Kaki pada Periode / Bulan yang Bersangkutan (Side Volume : Total Omzet - Omzet Kaki Pertama Terbesar)
  4. BV Nasional pada Periode / Bulan yang Bersangkutan
  5. Jumlah Pencapaian Distributor Nasional pada setiap komponen Rabat yang di bagi
  6. Dan Lain-lain
Informasi Penting! 
Strategi dan Simulasi membangun Jaringan dengan 6 Kaki ini hanya sebagai sarana untuk memudahkan melihat "Potensi Penghasilan"
dalam menjalankan Bisnis NASA.

Cara Pembesaran Ikan Lele Dumbo Di Kolam Terpal

A. Pendahuluan
Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan yang termasuk dalam famili Claridae dan genus Clarias. Ikan lele dumbo ini merupakan ikan air tawar yang menyenangi air tenang. Spesies ini merupakan saudara dekat lele lokal (Clarias batrachus) yang selama ini dikenal, sehingga ciri-ciri marfologinya hampir sama. Ikan ini merupakan hasil perkawinan silang antara lele afrika dan lele Taiwan. (Khairuman dan Amri, 2002).

Ikan lele dumbo memiliki kecepatan tumbuh yang relative cepat yaitu umur 3 bulan pemeliharaan sudah layak panen.

Ikan lele dumbo memiliki prospek yang cukup baik, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya penjaja pecel lele di pinggir jalan, di pasar-pasar lokal selalu terdapat penjual lele dumbo yang kapasitas penjualannya lebih banyak disbanding ikan-ikan lain (hasil pengamatan di pasar RS).

B. Kolam Terpal

Kolam terpal adalah kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal. Kolam terpal dapat mengatasi resiko-resiko yang terjadi pada kolam gali maupun kolam semen. Kolam karpet pertama kali dicoba dan diciptakan oleh Bapak Mujarob, seorang petani di pedesaan wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada tahun 1999. Karpet yang dibutuhkan untuk membuat kolam ini adalah jenis terpal yang dibuat oleh pabrik dimana setiap sambungan terpal dipres sehingga tidak terjadi kebocoran. Ukuran terpal yang di sediakan oleh pabrik bermacam ukuran sesuai dengan besar kolam yang kita inginkan.

Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah. Lahan yang digunakan untuk kegiatan ini dapat berupa lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan yang telah dimanfaatkan, tetapi kurang produktif.


Keuntungan lain dari kolam terpal adalah :

1. Terhindar dari pemangsaan ikan liar
2. Dilengkapi pengatur volume air yang bermanfaat untuk memudahkan pergantian air maupun panen. Selain itu untuk mempermudah penyesuaian ketinggian air sesuai dengan usia ikan.
3. Dapat dijadikan peluang usaha skala mikro dan makro,
4. Lele yang dihasilkan lebih berkualitas, lele terlihat tampak bersih, dan seragam.


C. Petunjuk Cara Awal Pengisian Air dan Bibit
Untuk mendapatkan lele yang berkualitas dan hasil yang memuaskan maka kondisi kolam harus disesuaikan dengan habitat yang disukai lele.

1. Langkah Pertama

Bagian dalam kolam terpal dicuci dengan kain atau sikat untuk menghilangkan bau lem atau zat kimia yang dapat mematikan bibit ikan. Setelah itu kolam dikeringkan selam satu hari, barulah kolam diisi dengan air setinggi 30 cm.Ditambah aplikasi TON untuk menjaga kualitas air dan menumbuhkan pakan alami(plankton). Kedalaman tersebut sangat ideal bagi bibit yang sewaktu-waktu bergerak kepermukaan air. Air yang telah diisi dibiarkan selama seminggu.

2. Langkah kedua

Selanjutnya disiapkan bibit sebanyak 2000 ekor ukuran 3 – 5 cm. Untuk ukuran kolam 3 m x 4 m x 1 m. Pemakaian bibit sebaiknya ukuran yang telah memakan pellet butiran (F 999). Hal ini untuk mempermudah dalam pemeliharaan dan pemberian makan, agar tidak terjadi banyak kematian. Bibit yang baru dibeli (baru tiba) jangan langsung dimasukkan kedalam kolam Bibit yang ada dalam bungkusan plastic dimsukkan ke dalam ember kemudian ditambahkan air kolam sedikit demi sedikit, penambahan air tersebut dilakukan hingga 3 kali. Agar bibit lele dapat beradaptasi dengan suhu air di dalam kolam.

D. Perawatan Lele dumbo dalam Kolam Terpal

Perawatan ikan lele di kolam terpal pada umumnya tidak berbeda dengan perawatan di kolam lainnya. Beberapa perawatan lele yang perlu diperhatikan dalam kolam terpal adalah sebagai berikut :

1. Penambahan air dan Pergantian air
Bila air dalam kolam terpal berkurang karena proses penguapan maka tambahkan air hingga tinggi air kembali pada posisi normal. Penambahan air dilakukan dari tinggi air 30 cm hingga menjadi 80 cm. secara bertahap setiap bulannya (dalam sebulan air perlu ditambah 15 – 20 cm).

Pergantian air dilakukan saat air mulai tampak kotor (hal ini ditandai dengan ikan mulai menggantung). Pegantian air sampai umur 2 bulan biasanya dilakukan 2 kali. Kemudian di bulan ketiga dilakukan 2 minggu sekali (hal ini dilakukan karena pada bulan ketiga pemberian makan semakin banyak dan populasi ikan semakin padat). Pergantian air dengan cara membuka saluran pengeluaran (paralon) hingga air tinggal sedikit (hamper kering). Pada saat pergantian air biasanya dilakukan penyortiran dengan memisahkan ikan yang pertumbuhan sangat cepat.. Bila setelah pergantian air dilakukan beberapa hari kemudian air kelihatan coklat dan berbau anyir maka perlu dilakukan penambahan dan pengurangan air (sirkulasi air masuk dan keluar).

2. Pemberian Pakan
Pemberian pakan lele dumbo harus disesuaikan dengan besar mulut ikan. Pakan yang diberikan adalah pakan dari pabrik Untuk kegiatan pembesaran ikan maka pemberian pakan awal adalah f 999 sampai umur ikan 2 minggu, kemudian 781-2 sampai umur ikan 2 bulan dan 781 sampai umur ikan siap panen yaitu 3 bulan.Viterna Plus sangat cocok untuk mempercepat pertumbuhan lele Perbandingan hasil panen dengan pakan yang diberikan adalah 1 : 1 (konfersi pakan 1 kg menghasilkan 1 kg daging ikan). Bahkan ada petani yang konfersi pakannya 0,8 : 1 artinya 0,8 kg pakan menghasilkan 1 kg daging ikan.

Penekanan biaya pakan yang diberikan dapat dilakukan dengan cara memberikan pakan tambahan berupa usus ayam dan keong mas saat ikan berusia 1 bulan sampai 3 bulan.
Pemberian bangkai ayam atau usus ayam haruslah yang masih segar kemudian direbus lalu diberikan ikan . Sedangkan pemberian pakan keong mas dilakukan dengan cara merebus keong mas didinginkan dan kemudian dicungkil daging keong mas dengan lidi atau paku lalu diberikan pada ikan sesuai dengan kebutuhan.
Untuk memenuhi kebutuhan pakan lele dalam usaha makro, sebaiknya pakan pellet tersebut harus dibuat sendiri . Akhirnya dari uraian tentang pakan lele perlu digaris bawahi upaya yang harus dilakukan yaitu menekan pengeluaran biaya pembelian pakan untuk memaksimalkan perolehan hasil usaha.

E. Panen
Panen ikan lele dikolam terpal dapat dilakukan dengan cara panen sortir atau dengan panen sekaligus (semua).
Panen sortir adalah dengan memilih ikan yang sudah layak untuk dikonsumsi (dipasarkan) biasanya ukuran 5 samapai 10 ekor per kg. atau sesuai dengan keinginan pasar, kemudian ukuran yang kecil dipelihara kembali.
Panen sekaligus biasanya dengan menambah umur ikan agar ikan dapat dipanen semua dengan ukuran yang sesuai keinginan pasar.

Cara meningkatkan produksi telur bebek petelur dan ayam petelur

viterna & amne
Agar bebek petelur dan ayam petelur anda produksi meningkat  dan ternak anda jadi sehat, Campurkan tiga kapsul amne (asam amino) pada satu botol viterna lalu kocokkan agar tercampur, selanjutnya berikan lewat makanan atau minuman bebek petelur dan ayam petelur setiap tiga hari sekali atau seminggu dua kali.

kandungan amne :
  • triptopan, lisin, metionin, penilalanin, treonin, valin, leusin dan isoleusin, arginin, taurin, sistin, histidin.

Cara Cerdas Budidaya Padi

Meski semua komponen teknologi budidaya padi sawah terkini sudah disosialisasikan, namun masih ditemui kendala dalam penerapannya.
Hasil penelusuran terhadap kendala dan kesulitan oleh BPTP Jawa Timur menghasilkan resep yang disebut  “Cara Cerdas Budidaya Padi”. Ada lima hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai produksi yang diharapkan.
Pertama, bibit yang ditanam harus berumur muda, maksimal 15-18 hari. Umumnya petani enggan menanam bibit muda dengan alasan ukurannya terlalu kecil. Dalam hal itu, penyuluh hendaknya menjelaskan keuntungan tanam bibit muda itu. 
Kedua, cara tanam harus menggunakan jajar legowo 2:1. Pada umumnya petani mengeluhkan peningkatan biaya tanam jajar legowo sebab, dengan jajar legowo populasi meningkat dari 250.000 menjadi 360.000 tanaman/ha (44%). Namun petani belum paham, bahwa jajar legowo memberi keuntungan yaitu semua tanaman menjadi tanaman tepi, sehingga produktivitas per rumpun meningkat,  pemupukan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran, mengurangi biaya tenaga penyiangan lebih dari 50% (dengan alat landak/osrok), serta pengendalian hama dan penyakit lebih mudah dilakukan.
Agar manfaat itu bisa diperoleh, haruslah disepakati bahwa yang disebut jajar legowo haruslah sistem 2:1, bukan yang lain (4:1 atau 5:1). Untuk mengurangi keluhan petani tentang kerumitan dalam tanam jajar legowo, BPTP Jatim telah mengenalkan Atajale (Alat tanam jajar legowo).
Ketiga, dalam penentuan dosis pupuk sangat dianjurkan mengacu kepada BWD (bagan warna daun) dan PUTS (perangkat uji tanah sawah). Jika ada koneksi internet, rekomendasi pemupukan dapat disempurnakan dengan mengakses layanan online di website apps.irri.org/nm/id/.
Keempat, petani berpendapat bahwa jajar legowo mengakibatkan peningkatan gulma. Keluhan ini bisa diatasi dengan penggunaan osrok sebagai alat bantu penyiangan. Dengan jajar legowo, penyiangan menggunakan osrok cukup dilakukan searah. Sedangkan jika menggunakan jajar tanam tegel, penyiangan dilakukan secara silang. Penggunaan osrok dapat menghemat biaya penyiangan sekitar 50%.
Dianjurkan, penyiangan tidak menunggu gulma tumbuh besar. Selain memudahkan, penyiangan dengan osrok juga berfungsi menggemburkan (jawa: dangir) tanah.
Kelima, perlu diperhatikan umur panen yang tepat, karena antar varietas berbeda-beda. Perontokan gabah dengancara gebok, tidak dianjurkan. Sebaiknya menggunakan alat perontok, baik yang tipe peda maupun menggunakan mesin.

Sumber: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur

Supernasa Granule

Terobosan teknologi pupuk organik bentuk granule ( Granule Modern) :
  • Kualitas tinggi : kandungan lengkap
  • Praktis : dosis cukup 50 kg/ha
  • Ekonomis : meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen, mengurangi pupuk NPK + 50 %, mengurangi biaya transport & tenaga kerja karena dosis sedikit
Formula khusus untuk semua jenis tanaman yang dibuat dari murni bahan-bahan organik dengan fungsi yaitu :
A. Fungsi Utama
1. Memperbaiki lahan – lahan yang rusak :
- Meningkatkan kesuburan fisik : memperbaiki  tanah  yang keras  berangsur – angsur  menjadi gembur.
- Meningkatkan kesuburan khemis : memberikan semua jenis unsur makro,  unsur mikro, enzim dan ZPT yang dibutuhkan  bagi  tanaman.
- Meningkatkan kesuburan biologis : membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat  bagi  tanaman.
2. Mengurangi  jumlah penggunaan  pupuk  NPK ( Urea,  TSP dan KCl )  sebesar  +  50%.

B. Fungsi Lain :
1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman.
2. Melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan  tanaman kembali.
3. Memacu pertumbuhan tanaman, merangsang pembungaan dan pembuahan serta mengurangi  kerontokan  bunga  dan buah.
4. Meningkatkan daya tahan tanaman karena kecukupan nutrisi yang dibutuhkan
Kelebihan lain Pupuk Organik Granule Modern SUPERNASA-G (SUPER – G)
  1. Bentuknya mantap dan tidak mudah hancur
  2. Tahan lama dan mempermudah proses penyimpanan
  3. Dengan bentuk granule, aplikasi pupuk dapat dilakukan lebih mudah (bersamaan atau terpisah dengan pupuk makro / NPK)
  4. Formula khusus sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan hasil yang optimal
Cara Penggunaan
  1. Pupuk Organik Granule Modern SUPER-G disebarkan merata ke lahan bersama pupuk makro sebagai pupuk dasar sebelum tanam dan 30 hari setelah tanam untuk tanaman pangan.
  2. Pupuk Organik Granule Modern SUPER-G disebarkan dalam barisan tanaman atau sekitar lubang tanam di awal tanam untuk tanaman sayuran daun/buah.
  3. Pupuk Organik Granule Modern SUPER-G disebarkan   ( dibenamkan ke dalam tanah + 10 cm lebih efektif ) melingkar selebar lingkaran tajuk tanaman untuk tanaman buah-buahan, perkebunan dan kehutanan
Peruntukan
Pupuk Organik Granule Modern SUPER-G sangat efektif digunakan untuk Tanaman Pangan, Horti, Perkebunan dan Kehutanan.
Sifat Fisik
Bentuk = Granul
Ukuran = 2 – 5 mm/butir
Kadar Air (%)  = 14.56 %
Kemasan = @10kg/zak


TON (Tambak Organik Nusantara)


TON (Tambak Organik Nusantara) merupakan formula khusus Tambak Organik yang diproduksi oleh PT Natural Nusantara.
Formula alami (organik) khusus tambak perikanan ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi serta menjaga/memperbaiki kelestarian lingkungan tambak dengan memberikan mineral-mineral yang dibutuhkan udang/bandeng, mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang/bandeng, serta mengikat logam - logam berat sekaligus membantu mengurai senyawa komplek berbahaya beracun bagi udang/bandeng.
TON (Tambak Organik Nusantara) juga membantu merutinkan molting udang.

Fungsi TON :
  1. Mengikat logam-logam berat yang berbahaya bagi ikan/udang.
  2. Membantu menguraikan senyawa kekal komplek berbahaya dan beracun, seperti : H2S, amoniak, asam laktat, dsb.
  3. Memberikan semua jenis unsur makro, unsur mikro lengkap untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang dan bandeng.
  4. Membantu dan merutinkan molting udang.
  5. Membantu sistem pencernaan udang.
  6. Meningkatkan pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh udang.
  7. Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi lingkungan tambak dan bermanfaat bagi pertumbuhan udang/bandeng.
  8. Membantu menciptakan dan mempertahankan ekosistem tambak yang seimbang.
Kandungan Unsur TON :
N 2.67%, P2O5 1.36%, K 1.55%, Ca 1.46 %, S 1.43%, Mg 0.4%, Cl 1.27%, Mn 0.01%, Fe 0.18%, Cu <1.19>
Catatan :
1. Untuk pencampuran pakan menggunakan POC Nasa dan Viterna Plus dengan dosis 5 cc/Kg pakan.
2. Pada tahap persiapan lahan tidak diperlukan lagi Urea.

Sekarang telah hadir TON dengan Ukuran 3 Kg yang lebih efisien.

POC Nasa

POC NASA  adalah sebuah produk revolusioner yang telah digunakan dan telah terbukti berhasil meningkatkan hasil pertanian, perikanan, perkebunan dan juga peternakan.

Formula khusus terutama untuk tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :
  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah ( aspek K- 3 : Kuantitas - Kualitas- Kelestarian ).
  2. Menjadikan tanah yang keras berangsur - angsur menjadi gembur.
  3. Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).
  4. Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.
  5. Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP-36 dan KCl + 12,5% - 25%
  6. Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.
  7. Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah( mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).
  8. Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, Penicilium glaucum dll)
  9. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit
  10. Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing,dll), ikan serta udang.
  11. Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak dan ikan/udang.
  12. Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).
Sekarang telah hadir POC Nasa ukuran 3 Ltr yang lebih efisien.

 

    Tentang Natural Nusantara

    Sekilas Tentang NASA.
    PT NATURAL NUSANTARA (PT NASA) berdiri sejak Oktober 2002 di Yogyakarta. Sejak lahir, telah memiliki visi " Menuju Indonesia Raya Makmur berkomitmen untuk bergerak memajukan agrokomplek. Mengingat Indonesia sebagai negara luas, agraris dan mayoritas masyarakat terjun di dunia agro-dalam artian luas.
    Agro kompleks (Pertanian, Peternakan, Perikanan) adalah bidang yang menyangkut makhluk hidup dan lingkungan sehingga pengelolaannya harus bijaksana dan memperhatikan semua aspek terkait diantaranya aspek obyeknya sendiri (tanaman, hewan dan ikan), aspek lingkungan dan aspek manusia (petani dan konsumen). Dengan demikian apapun teknologi yang dipergunakan pada agro kompleks harus memenuhi syarat K-3 :
    1. Kuantitas.
    Mampu menaikkan produktivitas (bobot panen meningkat)
    2. Kualitas.
    Mampu menaikkan kualitas (rasa, aroma, warna, rendemen, keawetan hasil panen, rendah atau bebas dari senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan
    3. Kelestarian.
    Mampu menjaga kelestarian lingkungan sehingga secara jangka panjang produktivitas tetap terjaga dan tidak menimbulkan kerusakan dan pencemaran.